{"id":359,"date":"2026-06-14T06:27:27","date_gmt":"2026-06-14T06:27:27","guid":{"rendered":"https:\/\/siswa39.tarweb.my.id\/?page_id=359"},"modified":"2026-06-14T06:33:29","modified_gmt":"2026-06-14T06:33:29","slug":"buku-sejarah-peristiwa","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/siswa39.tarweb.my.id\/?page_id=359","title":{"rendered":"BUKU SEJARAH PERISTIWA"},"content":{"rendered":"<table class=\"table table-bordered\">\n<tbody>\n<tr>\n<td><b>Cover<\/b><\/td>\n<td><b>Judul Buku<\/b><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/disjarah.tni-ad.mil.id\/asset\/cover\/peristiwa\/pgrs.jpg\" \/><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1nHCVkk1uDnG1l0bPoy_p_GXzxIKzHbtO\/view?usp=sharing\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">PGRS &amp; PARAKU<\/a><\/p>\n<h6><span lang=\"EN-US\">Meletusnya gerakan politik dan bersenjata dan Gerombolan Cina Komunis (GCK) di Kalimantan Barat yang tersusun dalam organisasi Pasukan Gerilya Serawan (PGRS) dan Pasukan Rakyat Kalimantan Utara PARAKU, sebagai ekses terbentuknya Negara Federasi Malaysia 16 September 1963.<br \/>\n<\/span><\/h6>\n<div>Di Malaysia sendiri beberapa tokoh partai politik menentang pembentukan Federasi Malaysia, sejak tanggal 8 Desember 1962 teiah diproklamasikan Negara Kesatuan Kalimantan Utara (NKKU). Pada tanggal 17 September 1963 secara resmi Pemerintah Indonesia menentang keras pembentukan Federasi Malaysia, sebab di belakang pembentukan negara Federasi Malaysia terdapat kekuatan Neo Kolonialisme yang mengancam kedaulatan Negara Indonesia.<\/div>\n<div>Di hadapan 21 juta Sukarelawan Presiden Sukarno pada tanggal 3 Mei 1964 mengeluarkan perintah Dwikora: \u201cPerhebat ketahanan Revolusi dan bantu periuangan revolusioner rakyat Malaya. Singapura. Sabah. Serawak, dan Brunei untuk membubarkan Negara Boneka Malaysia. Konfrontasi Rl Malaysia ternyata dimanfaatkan oleh PKI untuk melakukan konfrontasi total dalam bidang politik dan militer. 850 orang pemuda Serawak menyeberang ke wilayah Rl dan meniadi Sukarelawan anti Malaysia, mereka dididik perang gerilya di lembaga pendidikan militer Indonesia, belakangan baru diketahui ternyata mereka adalah Pemuda Cina pro Komunis yang tergabung dalam PGRS dan Paraku. hal ini sebagai strategi komunis internasional untuk meniadikan wilayah Indonesia termasuk Kalimantan Utara sebagai negara Komunis.<\/div>\n<div>Pasca pemberontakan G 30 S\/PKI 1965, pada tanggal 11 Agustus 1966 antara pemerintah Rl dan Malaysia memulihkan hubungan diplomatik. Para Sukarelawan yang tergabung dalam PGRS dan Paraku diperintahkan meletakkan senjata. akan tetapi menolak dan menentang pemerintah Rl dan Malaysia dengan gerakan politik dan bersenjata di wilayah Kalimantan Barat. Kalimantan Barat sebagai wilayah tanggungjawab keamanan Kodam XllTanjungpura TNI AD segera melakukan operasi penumpasan PGRS dan Paraku baik melalui operasi mandin yaitu Operasi Tertib \u00a0Operasi Sapu Bersih. dan Operasi Laksuda maupun melalui operasi gabungan dengan TDDM (Tentara Darat Diraja Malaysia-BEM 3).<\/div>\n<div>Operasi yang dilakukan oleh TNI AD membuahkan hasil. kondtsi Kalimantan Barat dalam keadaan kondusif dengan terbunuhnya salah satu tokoh PGRS dan Paraku S.A Sofyan dan Yap Chung Hoo serta menyerahnya Lay Pa Ka. Lay Sun. Lim A Lim. dan Wong Kie Chock dan Iain-lain.<\/div>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>\n<img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/disjarah.tni-ad.mil.id\/asset\/cover\/peristiwa\/bojongkokosan.jpg\" \/><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1MOhugR0PDFGvLgIpO32zeSrkcsT2-C0l\/view?usp=sharing\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BOJONG KOKOSAN<\/a><\/p>\n<h6><span lang=\"EN-US\">Pertempuran Bojongkokosan yang berlangsung sejak tanggal 2 Desember &#8216; Mfl |p5y&#8217; 1945 sampai tanggal 9 Desember 1945. merupakan pertempuran konvoi terpaniang dalam seiarah perang kemerdekaan Indonesia, yaitu sepanjang 81 kilometer antara Ciawi-Sukabumi* Cianiur-Ciranjang Pertempuran Bojongkokosan. saiah satunya dipicu oleh operasi miiiter pihak Sekutu untuk melumpuhkan kan kekuasaan Belanda di Indonesia yang berpusat di Kota Bandung, yang sejak awal bulan Oktober 1945 telah bertangsung Pertempuran Bandung lautan Api. Nota bene saat itu di Bandung terdapat 60.000 APWI. Pengerahan logistik dan penambahan pasukan Sekutu dari Jakarta menuju Bandung, semula melalui jalur utara Jakarta-Bekasi-Cikampek-Padalarang-Bandung Namun pertengahan bulan Nopember 1945 terjadi insiden Cikampek. mengakibatkan 20 gerbong KA Sekutu dapat direbut oleh pasukan TKR Kemudian tanggal 23 Nopember 1945 terjadi lagi msiden Bekasi mengakibatkan satu unit pesawat Dakota Sekutu. beserta 5 orang awak pesawat dan 8 orang tentara Sekutu ditawan pasukan TKR.<br \/>\n<\/span><\/h6>\n<div>Selanjutnya pergeseran pasukan Sekutu dari Jakarta ke Bandung juga untuk memperkuat pasukan Sekutu dan Nica dalam pertempuran Bandung Lautan Api. menggunakan jalur Jakarta Bogor-Ciawi-Sukabumi-Cianjur-Padalarang-Bandung. Panglima Komandemen TKR Mayor Jenderal Didi Kartasasmita dan Panglima Divisi Ill\/Siliwangi. memerintahkan Komandan Resimen-3 TKR.&#8217;Sukabumi Letkol Eddy Sukardi untuk melakukan serangan konvoy terbadap ialur transportasi Sekutu.<\/div>\n<div>Serangan konvoy pertama terjadi tanggal 29 Nopember 1945 di Cicurug-Parungkuda-Gekbrong- Pancuran Luhur Kemudian tanggal 2 sampai dengan tanggal 9 Desember 1945 meletus pertempuran Bojongkokosan yang memakan korban banyak baik pihak Sekutu maupun TKR dan para pejuang Pasukan Sekutu mengerahkan beberapa pesawat RAF membombardir basis pertahanan TKR antara Bojongkokosan. Kota Sukabumi. Cianjur. Selanjutnya pertempuran meluas dan Ciawi. Bogor hingga Ciranjang. dan Padalarang.<\/div>\n<div>Atas instruksi Perdana Menteri Sutan Syahrir. tanggal 9 Desember 1945 diadakan perundingan perdamaian antara TKR dan Sekutu di kota Sukabumi. Namun tanggal 14 Maret 1946 meletus kembali pertempuran di Kota Sukabumi. 2000 pasukan Sekutu dengan 300 buah truk dan kendaraan tempur Sekutu dikerahkan untuk menghancurkan pasukan TKR dan para pejuang lamnya di wilayah Resimen 3\/Sukabumi Rakyat Sukabumi dan TKR bahu membahu melakukan perlawanan selama lima hari lima malam Pertempuran berlangsung sangat heroik dan banyak jatuh korban di kedua belah pihak.<\/div>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/disjarah.tni-ad.mil.id\/asset\/cover\/peristiwa\/bla.jpg\" \/><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1tDOr-M9Dd6hWshHV1p0bpr6CjEHmkP44\/view?usp=sharing\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BANDUNG LAUTAN API<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h6><span lang=\"EN-US\">Pasukan Inggris bagian dari Brigade MacDonald tiba di Bandung pada tanggal 12 Oktober 1945 Sejak semula hubungan mereka dengan pemerintah Rl sudah tegang. Mereka lari ke bumi putra semua senjata api yang ada di tangan penduduk, kecuali TKR dan polisi, diserahkan kepada mereka.&#8217;1 Orang-orang Belanda yang baru dibebaskan dari kamp tawanan mulai melakukan tindakan-tindakan yang mulai mengganggu keamanan. Akibatnya, bentrokan bersenjata antara Inggris dan TKR tidak dapat dihindari. Malam tanggal 21 November 1945, TKR dan badan-badan perjuangan melancarkan serangan terhadap kedudukan-kedudukan Inggris di bagian utara, termasuk Hotel Homann dan Hotel Preanger yang mereka gunakan sebagai markas. Tiga hari kemudian, MacDonald menyampaikan ultimatum kepada Gubernur Jawa Barat agar Bandung Utara dikosongkan oleh penduduk Indonesia, termasuk pasukan bersenjata Ultimatum Tentara Sekutu agar Tentara Republik Indonesia (TRI, sebutan bagi TNI pada saat itu) meninggalkan kota Bandung mendorong TRI untuk melakukan operasi &#8220;bumi hangus&#8221;. Para pejuang pihak Republik Indonesia tidak rela bila Kota Bandung dimanfaatkan oleh pihak Sekutu dan NICA. Keputusan untuk membumihanguskan Bandung diambil melalui musyawarah Madjelis Persatoean Perdjoangan Priangan (MP3) di hadapan semua kekuatan perjuangan pihak Republik Indonesia, pada tanggal 23 Maret 1946[2]. Kolonel Abdoel Haris Nasoetion selaku Komandan Divisi III TRI mengumumkan hasil musyawarah tersebut dan memerintahkan evakuasi Kota Bandung, butuh rujukan Hari itu juga, rombongan besar penduduk Bandung mengalir panjang meninggalkan kota Bandung dan malam itu pembakaran kota berlangsung.<\/span><\/h6>\n<p>&nbsp;<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/disjarah.tni-ad.mil.id\/asset\/cover\/peristiwa\/separatis%20papua.jpg\" \/><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1FK8HuqSj-hT5vebqHQlIWWfP1syzI6AD\/view?usp=sharing\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">OPERASI SEPARATIS GAM DI NAD<\/a><\/p>\n<h6><span lang=\"EN-US\">Pergolakan demi pergelokan silih berganti yang terjadi Aceh, setelah DI\/TII Daud Bereueh pada tahun 1962, berlanjut pada Gcrakan Aceh Merdeka (GAM) yang dibentuk pada tahun 1976, membuat tanah Serambi Mckkah tetap membara. Aksi separatis GAM melakukan gerakan pemberontakan bersenjata terhadap pemerintah RI, atas ketidakpuasan dalam pembangunan di Aceh, menimbulkan banyak korban masyarakat, GAM juga para prajurit ABR1\/TNI dan warga negara asing. Amerika Serikat George Pernicone, la tewas tertembak diladang Gas Arun, Aceh Utara.) Mcmasuki tahun 1990 aksi-aksi GAM scmakin seporadis, mcncbar tcror, bukan saja menyerang posko-posko ABR1, kantor Polisi, juga menyerang warga transmigran asal Jawa di Aceh. Semakin sporadis dan masivnya gangguan keamanan yang dilakukan oleh GAM, yang bertujuan membentuk negara Aceh Merdeka dan memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, pemerintah RI melakukan berbagai langkah politik dan militer untuk mercdam aksi separatis GAM. TNI sesuai tupoksinya dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI, mendukung upaya pemerintah RI baik dialog politik dengan GAM maupun operasi militer pemulihan keaamanan di NAD.<br \/>\n<\/span><\/h6>\n<div>Sebagai konsekuensi logis dari operasi militer pemulihan keamanan di NAD, terjadi insiden kontak tembak antara para prajurit TNI dan separatis GAM, mengakibatkan tertembaknya Panglima GAM Tengku Abdullah Syafei di Desa Jiem-jiem, Bandar Baru, Pidie Jaya pada tanggal 22 Januari 1922.<\/div>\n<div>Tewasnya Panglima GAM Tengku Abdullah Syafei, memberi warna baru dalam pemulihan keamanan di NAD, satu sisi dianggap oleh sebagian masyarakat NAD sebagai sosok pahlawan, karena memperjuangkan kemajuan masyarakat ACEH, dan disisi lain meratakan jalan ke arah penyelesaian konflik antara pemerintah RI dan GAM di NAD melalui jalan perundingan, yang juga bertujuan membangun ACEH yang maju dan sejahtera.<\/div>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/disjarah.tni-ad.mil.id\/asset\/cover\/peristiwa\/palagan%20surabaya.jpg\" \/><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/11Oh3LRdc_4K5-j61BFBjt3K-75nSoKO_\/view?usp=sharing\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">PALAGAN SURABAYA<\/a><\/p>\n<h6><span lang=\"EN-US\">Keadaan umum yang penuh dengan kompleksitas dalam peristiwa Palagan Surabaya yang meletus sejak 19 Oktober 1945. kulminasinya 10 Nopember 1945 dan dikuasainya kota Surabaya oleh Sekutu tanggal 28 Nopember 1945, apabila meminjam istilah Bung Karno merupakan&#8221;The chain of colonialism strangling our countryisatits weakest&#8221; (Rantai kolonialismeyang membelenggu tanah air kita sedang berada dalam keadaan yang paling lemah).<br \/>\n<\/span><\/h6>\n<div><span lang=\"EN-US\">Sebaliknya tingkat patriotisme dan kalangan TKR, Pejuang. Laskar dan rakyat Surabaya berada dalam momentum histohs psyche militant (jiwa militan) mempertahankan Proklamasi Rl 17 Agustus 1945 yang begitu tinggi. Dalam waktu yang bersamaan tumbuhnya sikap xenophobia (anti asing), anti penjajah yang akhirnya menjadi motif dalam bentuk gerakan kolektif rakyat Surabaya untuk melakukan perlawanan terhadap Jepang,\u00a0<\/span>Sekutu (Inggris) dan Belanda (Nica).<\/div>\n<div>Rakyat Surabaya dari mulai BKR\/TKR. organisasi-organisasi perjuangan seperti BPRI, Pesindo. Trip Jatim. laskar Hizbullah. PMI. dan Iain-lain termasuk dari ibu-ibu di gang-gang sempit memberi dukungan logistik pada perjuangan pemerintah Rl di Surabaya yang dipimpin Gubernur RMTA. Suryo. Residen Sudirman. pasukan TKR di bawah pimpinan Kolonel Sungkono. dr. Mustopo. Jonosewojo dan tokoh-tokoh pejuang lainnya seperti Dul Arnowo, Bung Tomo, Ruslan Abdulgani dan Iain-lain.<\/div>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/disjarah.tni-ad.mil.id\/asset\/cover\/peristiwa\/opskamdagri.jpg\" \/><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1wPZ2TiIEKU_w29OllJq_fjEDCMHmH6KO\/view?usp=sharing\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">OPSKAMDAGRI<\/a><\/p>\n<h6><span lang=\"EN-US\">Indonesia. Karena kekhasannya tersebutiah. maka Aceh sangat sulit untuk diduduki dan dijajah oleh kolonial Belanda. Integrated Islamisme dan Nasionalisme dalam did masyarakat Aceh, akhimya mempengaruhi pola pikir. pola sikap dan mental masyarakat Aceh terhadap orang-orang yang ada di luar Aceh. Bag! prajurit, institusi militer kerajaan. rakyat dan ulama Aceh, perang melawan Belanda dan kemudian Jepangadalah perangyang tidak saja disandarkan pada upaya pembebasan hegemoni kolonialis, tetapi juga merupakan perlawanan untuk sebuah ideologi. Inilah perang yang mereka sebut sebagai perang melawan \u201ckaphe\u201d yang kerap di identikkan sebagai kafir.) Untuk itulah maka orang Aceh beranggapan bahwa mengusir penjajahan kolonial Belanda dan tanah Aceh merupakan bagiandaritindakan jihad fisabilillah. Negara Republik Indonesia secara de fakto dan de yure telah ada sejak Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Negara yang lahir dari rahim revolusi, sudah tentu dalam proses perkembangannya banyak ditempa oleh revolusi itu sendiri, baik revolusi dari dalam maupun dari luar. Secara internal, revolusi pada gejoiak fanatisme kelompok atau golongan yang menciptakan disintegrasi. Secara ekstemal revolusi terjadi pada saat menghadapi ancaman Belanda atau Sekutu yang berakibat positif dengan terbentuknya sikap integratif untuk mempertahankan sekaligus membuktikan eksistensi bangsa\u00a0<\/span>Indonesia.<\/h6>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/disjarah.tni-ad.mil.id\/asset\/cover\/peristiwa\/separatis%20papua.jpg\" \/><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1VMcG01B8sCdwWEXgdkK2bFlxvvGM7lu4\/view?usp=sharing\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">OPERASI PENUMPASAN SEPARATIS PAPUA<\/a><\/p>\n<h6><span lang=\"EN-US\">Serangan kedua pada pukul 10<\/span><span lang=\"EN-US\">.30 WIT di kampung Gigobak, Distrik Sinak. Kabupaten Puncak Jaya. 11 Orang anggota TNI dan Korarral Sinak dan Yonif 753 berangkat menuju bandara dengan berjalan kaki berjarak sekitar 1.5 Km dengan berpakaian preman dan tanpa senjata untuk mengambil alat komunikasi HT dan HP Satelit yang dikirim dan Kodim Nabire. Perlu diketahui bahwa 11 orang\u00a0ini\u00a0bukan anggota yang sedang jaga dan bukan yang sedang melakukan patroli. tapi adalah anggota yang stand by di situ. Mengingat seperti yang kami laporkan tadi. di Sinak ada 38 orang personel, sehingga yang\u00a0jaga tetap\u00a0jaga dan yang patroli tetap ada. yang tidak melaksanakan tugas ini diberi\u00a0tugas untuk mengambil alat komunikasi\u00a0ini\u00a0sehingga mengapa mereka berpakaian preman dan tanpa seniata karena kedekatan TNI dan masyarakat sekitar<br \/>\n<\/span><\/h6>\n<h6><span lang=\"EN-US\">Saat mel<\/span><span lang=\"EN-US\">intas di\u00a0Desa Gigobak. Distrik Sinak. Kabupaten Puncak Jaya. rombongan tersebut dihadang oleh rombongan kelompok bersenjata yang diperkirakan oleh kelompok Yambe. dipimpin\u00a0oleh Munp dan Lekaka Telenggen, dengan kekuatan massa militan lebih kurang 20 orang dengan seniata 4 pucuk, markas di kampung Yambe.<br \/>\n<\/span><span lang=\"EN-US\">Setelah melakukan penghadangan GPK Papua melarikan diri ke arah sungai dan menghilang Akibat penyerangan tersebut 7 anggota TNI dan 4 masyarakat sipil meninggal dunia dan 1 orang luka kritis. Nama yang gugur dan Koramil 1714 ada 3 orang: Sertu Frans Hera. Sertu M Udin dan Sertu Epi Juliana Sementara dari personil Yonif 753 terdapat 4 persoml gugur atas nama Sertu Ramadhan Amang. Pratu Mustopa. Praka\u00a0<\/span><span class=\"Bodytext2Spacing-1pt\"><span lang=\"EN-US\">Jojo<\/span><\/span><span lang=\"EN-US\">\u00a0Miharja dan Praka Winfred.<\/span><\/h6>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cover Judul Buku PGRS &amp; PARAKU Meletusnya gerakan politik dan bersenjata dan Gerombolan Cina Komunis (GCK) di Kalimantan Barat yang tersusun dalam organisasi Pasukan<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"_themeisle_gutenberg_block_has_review":false,"footnotes":""},"class_list":["post-359","page","type-page","status-publish","hentry"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>BUKU SEJARAH PERISTIWA - DINAS SEJARAH TNI AD<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/siswa39.tarweb.my.id\/?page_id=359\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"BUKU SEJARAH PERISTIWA - DINAS SEJARAH TNI AD\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Cover Judul Buku PGRS &amp; PARAKU Meletusnya gerakan politik dan bersenjata dan Gerombolan Cina Komunis (GCK) di Kalimantan Barat yang tersusun dalam organisasi Pasukan\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/siswa39.tarweb.my.id\/?page_id=359\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"DINAS SEJARAH TNI AD\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-06-14T06:33:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/disjarah.tni-ad.mil.id\/asset\/cover\/peristiwa\/pgrs.jpg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"11 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/siswa39.tarweb.my.id\\\/?page_id=359\",\"url\":\"https:\\\/\\\/siswa39.tarweb.my.id\\\/?page_id=359\",\"name\":\"BUKU SEJARAH PERISTIWA - DINAS SEJARAH TNI AD\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/siswa39.tarweb.my.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/siswa39.tarweb.my.id\\\/?page_id=359#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/siswa39.tarweb.my.id\\\/?page_id=359#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/disjarah.tni-ad.mil.id\\\/asset\\\/cover\\\/peristiwa\\\/pgrs.jpg\",\"datePublished\":\"2026-06-14T06:27:27+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-14T06:33:29+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/siswa39.tarweb.my.id\\\/?page_id=359#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/siswa39.tarweb.my.id\\\/?page_id=359\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/siswa39.tarweb.my.id\\\/?page_id=359#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/disjarah.tni-ad.mil.id\\\/asset\\\/cover\\\/peristiwa\\\/pgrs.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/disjarah.tni-ad.mil.id\\\/asset\\\/cover\\\/peristiwa\\\/pgrs.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/siswa39.tarweb.my.id\\\/?page_id=359#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/siswa39.tarweb.my.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"BUKU SEJARAH PERISTIWA\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/siswa39.tarweb.my.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/siswa39.tarweb.my.id\\\/\",\"name\":\"My Company\",\"description\":\"VIDYA YUDHA CASANA\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/siswa39.tarweb.my.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/siswa39.tarweb.my.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/siswa39.tarweb.my.id\\\/#organization\",\"name\":\"My Company\",\"url\":\"https:\\\/\\\/siswa39.tarweb.my.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/siswa39.tarweb.my.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/siswa39.tarweb.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/cropped-WhatsApp-Image-2026-04-08-at-22.48.47-2-1.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/siswa39.tarweb.my.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/cropped-WhatsApp-Image-2026-04-08-at-22.48.47-2-1.jpeg\",\"width\":553,\"height\":553,\"caption\":\"My Company\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/siswa39.tarweb.my.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"BUKU SEJARAH PERISTIWA - DINAS SEJARAH TNI AD","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/siswa39.tarweb.my.id\/?page_id=359","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"BUKU SEJARAH PERISTIWA - DINAS SEJARAH TNI AD","og_description":"Cover Judul Buku PGRS &amp; PARAKU Meletusnya gerakan politik dan bersenjata dan Gerombolan Cina Komunis (GCK) di Kalimantan Barat yang tersusun dalam organisasi Pasukan","og_url":"https:\/\/siswa39.tarweb.my.id\/?page_id=359","og_site_name":"DINAS SEJARAH TNI AD","article_modified_time":"2026-06-14T06:33:29+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/disjarah.tni-ad.mil.id\/asset\/cover\/peristiwa\/pgrs.jpg","type":"","width":"","height":""}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"11 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/siswa39.tarweb.my.id\/?page_id=359","url":"https:\/\/siswa39.tarweb.my.id\/?page_id=359","name":"BUKU SEJARAH PERISTIWA - DINAS SEJARAH TNI AD","isPartOf":{"@id":"https:\/\/siswa39.tarweb.my.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/siswa39.tarweb.my.id\/?page_id=359#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/siswa39.tarweb.my.id\/?page_id=359#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/disjarah.tni-ad.mil.id\/asset\/cover\/peristiwa\/pgrs.jpg","datePublished":"2026-06-14T06:27:27+00:00","dateModified":"2026-06-14T06:33:29+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/siswa39.tarweb.my.id\/?page_id=359#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/siswa39.tarweb.my.id\/?page_id=359"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/siswa39.tarweb.my.id\/?page_id=359#primaryimage","url":"https:\/\/disjarah.tni-ad.mil.id\/asset\/cover\/peristiwa\/pgrs.jpg","contentUrl":"https:\/\/disjarah.tni-ad.mil.id\/asset\/cover\/peristiwa\/pgrs.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/siswa39.tarweb.my.id\/?page_id=359#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/siswa39.tarweb.my.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"BUKU SEJARAH PERISTIWA"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/siswa39.tarweb.my.id\/#website","url":"https:\/\/siswa39.tarweb.my.id\/","name":"My Company","description":"VIDYA YUDHA CASANA","publisher":{"@id":"https:\/\/siswa39.tarweb.my.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/siswa39.tarweb.my.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/siswa39.tarweb.my.id\/#organization","name":"My Company","url":"https:\/\/siswa39.tarweb.my.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/siswa39.tarweb.my.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/siswa39.tarweb.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/cropped-WhatsApp-Image-2026-04-08-at-22.48.47-2-1.jpeg","contentUrl":"https:\/\/siswa39.tarweb.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/cropped-WhatsApp-Image-2026-04-08-at-22.48.47-2-1.jpeg","width":553,"height":553,"caption":"My Company"},"image":{"@id":"https:\/\/siswa39.tarweb.my.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/siswa39.tarweb.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/359","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/siswa39.tarweb.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/siswa39.tarweb.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siswa39.tarweb.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siswa39.tarweb.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=359"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/siswa39.tarweb.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/359\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":365,"href":"https:\/\/siswa39.tarweb.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/359\/revisions\/365"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/siswa39.tarweb.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=359"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}